Sumber Daya Arus Searah

1. Generator DC

Generator AC dan DC menggunakan prinsip Faraday, yaitu memutar magnet dalam kumparan atau sebaliknya, ketika magnet digerakkan dalam kumparan maka terjadi perubahan fluks gaya magnet (peribahan arah penyebaran medan magnet) di dalam kumparan dan menembus tegak lurus terhadap kumparan sehingga menyebabkan beda potensial antara ujung-ujung kumparan yang menimbulkan listrik. Syarat utama, harus ada perubahan fluks magnetik, jika tidak maka tidak akan timbul listrik. Cara mengubah fluks magnetik adalah menggerakkan magnet dalam kumparan atau sebaliknya dengan energi dari sumber lain, seperti angin dan air yang memutar baling-baling turbin untuk menggerakkan magnet tersebut. Bedanya, generator AC menggunakan “slip ring”, sedangkan generator DC menggunakan “commutator”.

2. Baterai

Baterai digunakan pada pesawat (alat) yang memerlukan daya listrik kecil, seperti radio, kalkulator, jam dinding, dan lain-lain. Biasanya baterai dijual dengan tegangan 1.5 V dan kuat arus 0,25 A. Untuk keperluan tertentu baterai dijual dengan besaran tegangan disesuaikan dengan pesawat atau alatnya. Contohnya 3 V, 6 V dan 9 V.

Prinsip kerja baterai, arus dan tegangannya dihasilkan dari bahan salmiak, sedangkan bahan penyerapnya digunakan di sekeliling batu arang agar dapat menyerap zat cair yang timbul pada kutub positif akibat adanya proses kimia. Batang arang (grafit) merupakan kutub positif yang ditutup oleh kuningan. Bagian ini adalah bagian yang menonjol dari wujud baterai. Kutub negatif ada di bagian bawah baterai yang terbuat dari seng sekaligus membentuk wujud baterai tersebut. Tabung baterai biasanya ditutup dengan aspal agar elektrolitnya tidak bocor.

3. Aki atau Elemen Basah

Sumber listrik berupa elemen basah ini biasa disebut aki (akumulator).Dalam Kehidupan sehari-hari dapat digunakan pada mobil dan sepeda motor yang membutuhkan daya listrik cukup besar, namun arus dan tegangannya relatif kecil. Sumber arusnya searah (DC). Sebagai contoh,ada aki yang tegangannya 6 Volt dan arusnnya 10 Ampere atau tegangannya 24 Volt dengan arus 100 Ampere.

Dalam kotak aki yang terbuat dari ebonite terdapat plat positif dan plat negatif yang biasanya disebut sel. Tiap sel menghasilkan tegangan listrik arus searah sebesar 2 Volt. Cairan yang terdapat dalam kotak aki adalah H2SO4 , yaitu cairan asam sulfat atau cairan belerang. Cairan ini sangat berbahaya, apabila kena baju atau celana bisa merusak.

4. Bias Sel

Sumber listrik ini menghasilkan arus DC, dengan arus dan tegangan sangat kecil. Sumber listrik ini biasa digunakan pada pesawat atau alat kalkulator yang tipis, jam tangan, dan lain-lain. Pemakaiannya cukup awet karena digunakan pada pesawat atau alat yang berdaya kecil, bentuknya pipih, seperti koin, bahkan lebih tebal.

5. Solar Sel

Solar sel disebut juga sel surya. Terbuat dari bahan semi-konduktor silikon tipe P, yang dilapisi dengan bahan silikon tipe N, kemudian dilapisi dengan lapisan kaca yang sangat tipis. Akibat dari cahaya atau sinar yang menembus permukaan lapisa-lapisan bahan tersebut, menyebabkan elektron terlepas bebas sehingga terjadi beda potensial antar kedua bahan tersebut.

Besarnya tegangan bergantung dari tegangan kedua bahan tersebut, bukan ditentukan oleh kuat cahaya yang mengenai solar sel. Besar arus yang keluar dari solar sel juga ditentukan oleh garis tengah sel.

Pengisian dan pengeluaran arus pada solar sel dilakukan hanya pada siang hari. Sumber listrik ini biasanya digunakan untuk kalkuator yang tipis yang menggunakan solar sel sebagai sumber tenaganya.

Pada zaman modern, seperti ini solar sel sudah banyak digunakan untuk alat penghangat air (solarhart) dan biasa kita lihat di atap rumah atau gedung. Solar sel bisa mentimpan arus sehingga bisa digunakan di malam hari.

6. Adaptor

Adaptor megandung arti alat pengadaptasi (penyesuai). Karena adanya diteknik elektronika maka diartikan sebagai alat penyesuai tegangan. Adaptor juga dikenal dengan nama lain, yaitu catu daya dan power supply.

Prinsip kerja adaptor adalah rangkaian elektronika atau tegangan AC menjadi arus atau tegangan DC. Adaptor berfungsi sebagai pengganti batu baterai atau aki.

Rangkaiannya sangat sederhana, murah, dan efektif serta dapat dipakai dalam jangka waktu relatif lama. Adaptor bisa dibuat permanen, juga bisa dibuat variabel (berubah-ubah) tegangannya sesuai dengan keperluan. Arus yang mengalir pada rangkaian adaptor tergantung pada komponen trafo yang digunakan mulai dari 0.5 A sampai dengan puluhan Ampere.

Sumber:

http://carakerja-pengertian.blogspot.com/2011/03/cara-kerja-pengertian-generator.html

http://ilmushoru.wordpress.com/2011/10/27/beberapa-sumber-arus-listrik-dc/

http://www.maesco.com/products/iveco_genset.jpg

http://elektro.unkhair.ac.id/foto_berita/10solarcell.jpg

http://2.bp.blogspot.com/-ZUqG3zSFACI/Te3O2f95qzI/AAAAAAAAAKY/AUaj8Vl73hM/s1600/1273033801.jpg

http://images02.olx.in/ui/15/26/50/1317303046_249992650_1-Pictures-of–CASIO-FX-991MS-CALCULATOR.jpg

http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2010/06/baterai-3-gaya-gerak-listrik.jpg

http://duniapustaka.com/wp-content/uploads/2011/08/ACCU-AKI.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s